Disbudpar Agara dan FAJI Agara gelar Kejuaraan Arung Jeram Aceh Leuser International Rafting (Open) 2015 di Sungai Alas

26 10 2015
Alas River Race Open 2015

Alas River Race Open 2015_Photo by Riskie Cinooy

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Aceh Tenggara bersama Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Aceh Tenggara menggelar kejuaraan arung jeram aceh leuser internasional (open) di Sungai Alas, Aceh Tenggara, Aceh, 19-24 Oktober 2015, yang merupakan ajang uji coba bagi tim-tim kelas dunia, umum dan pemula/mahasiswa dalam olahraga arus deras ini.

“Ada 11 tim kelas umum yang datang termasuk 1 tim dari Malaysia, tim dari Aceh, Sumatera Utara, Bali, Bandung dan Jawa Tengah dan 16 tim kelas mahasiswa/pemula yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bogor, Bali dan Yogyakarta mereka datang untuk mengikuti kejuaraan arung jeram di Sungai Alas, sebelum kejuaraan nasional arung jeram di Sungai Bingei Sumatera Utara dalam bulan yang sama di tahun 2015,” kata Sekjen Pengcab FAJI Agara Edi Syahputra di Kutacane.

Alas River Race Open 2015_Mapala UGL

Alas River Race Open 2015_Mapala UGL Photo by. Dodi S.T.

Kejuaraan arung jeram ini merupakan event tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Aceh Tenggara dan Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, dengan bekerjasama dengan Federasi Arung Jeram Cabang Aceh Tenggara. Kejuaraan Aceh Leuser International Rafting Championship kali ini memakai teknis arung jeram empat pedayung (R-4). Sungai Alas, Desa Ketambe di Kabupaten Aceh Tenggara selalu menjadi arena event kejuaraan yang dimulai sejak tahun 2008, 2011 dan saat ini 2015.

Sudah menjadi tradisi, setiap ajang perlombaan olah raga arus deras di Sungai Alas, tuan rumah menggelar kejuaraan tersebut di Desa Ketambe Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara, mengingat lokasi tersebut merupakan berdekatan langsung dengan hutan lindung TNGL, serta memiliki akses yang mudah bagi pengunjung atau wisatawan untuk melihat kejuaraan, serta sarana penginapan seperti guest house dan bungalow yang mudah ditemui.

Umumnya atlet yang ikut kejuaraan di Alas River Race berasal dari daerah-daerah dan Mapala Universitas papan atas, seperti dari Arus Deras Malaysia, Jeram Alas-Agara, FAJI Aceh Tenggara, Caldera-Bali, Rapid Plus-Medan, Mapalapa-Bogor, Mapala UGL-Kutacane, dan sejumlah daerah dan universitas lainnya.

Jadi tim tuan rumah pun seperti FAJI Agara, Jeram Alas, Ketambe Indah, Mapala UGL dan STKIP Usman Safri berkesempatan bertanding dengan tim-tim terbaik daerah kelas umum dan kelas mahasiswa pada kejuaraan Alas River Race.

Sungai Alas sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan dipilih karena selain kondisi arusnya memenuhi syarat, juga didukung oleh akomodasi yang memadai untuk menampung lebih dari 500 atlet dan ofisial berbagai daerah.

Alas River Race Open 2015

Alas River Race Open 2015 Photo by. Aceh Selatan Rafting Club

Berikut adalah hasil pemenang lomba kejuaraan Alas River Race 2015 per kategori lomba:

  1. Kelas Umum:
  2. a) Kategori Down River race:

Juara I                     : FAJI Banjar Negara – Jateng

Juara II                   : Multipadller – Bali

Juara III                 : FAJI Aceh Tenggara (Pemda)

  1. b) Kategori Head To Head:

Juara I                     : Multipadller – Bali

Juara II                   : FAJI Banjar Negara – Jateng

Juara III                 : FAJI Aceh Tenggara (Pemda)

  1. c) Kategori Slalom:

Juara I                     : Multipadller – Bali

Juara II                   : FAJI Banjar Negara – Jateng

Juara III                 : Tim Ancol – SUMUT

  1. d) Juara Umum Kelas Umum:

Juara I                     : Multipadller – Bali

Juara II                   : FAJI Banjar Negara – Jateng

Juara III                 : FAJI Aceh Tenggara (Pemda)

Juara IV                  : Tim Ancol – SUMUT

Juara IV                  : Ketambe Indah – KUtacane

  1. Kelas Mahasiswa:
  2. a) Kategori Down River race:

Juara I                     : Mapala UGL Kutacane

Juara II                   : Mapala UMSU Medan

Juara III                 : STKIP Usman Safri Kutacane

  1. b) Kategori Head To Head:

Juara I                     : MAPALAPA (Multigros Liquidstar) Bogor

Juara II                   : Mapala UGL Kutacane

Juara III                 : Aceh Selatan Rafting Club

  1. c) Kategori Slalom:

Juara I                     : MAPALAPA (Multigros Liquidstar)Bogor

Juara II                   : Mapala UNAND Padang

Juara III                 : Aceh Selatan Rafting Club

  1. d) Juara Umum Kelas Mahasiswa:

Juara I                     : MAPALAPA (Multigros Liquidstar) Bogor

Juara II                   : Mapala UGL Kutacane

Juara III                 : Aceh Selatan Rafting Club

Juara IV                  : STKIP Usman Safri Kutacane

Juara IV                  : GAINPALA UIN Banda Aceh

Prestasi di atas layak diacungi jempol mengingat arung jeram merupakan cabang olahraga beregu yang menuntut ketrampilan memadai sebagai syarat untuk bisa mengatasi berbagai dinamika jeram yang tingkat kesulitannya relatif tinggi di arena Alas River Race 2015 ini. Apalagi yang bertanding adalah tim-tim tangguh yang sudah lama malang melintang di berbagai kejuaraan nasional bahkan internasional. Untuk tim Mapala UGL, Semoga saja mereka tidak cepat puas dengan pencapaian ini dan tetap semangat berlatih untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi. Bravo Tim MAPALA UGL!

Alas River Race Open 2015

Alas River Race Open 2015 Photo by. Dodi S.T.

Advertisements




Potret Masjid Agung At-Taqwa Kutacane Dulu dan Kini

25 09 2015

dodiphotohob_masjid_At-Taqwa (1)

Masjid Agung At-Taqwa Kutacane adalah sebuah Masjid yang terletak di Kute Kutacane Kecamatan Babussalam, tempatnya strategis di tengah-tengah kota dan terlihat jelas jika memasuki Ibu Kota Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara apalagi di lihat dari dataran tinggi di pegunungan Mbarung dan puncak Gunung Pokhkisen (TNGL) di ketinggian 2828 mdpl. Pada waktu malam hari masjid agung At-Taqwa terlihat lebih indah dan memukau setiap orang, hal ini mungkin dikarenakan cahaya lampu yang di
pancarkan dari empat menara masjid tersebut.

 

mesjid taqwa_era_Syahadat

Masjid ini merupakan sebuah masjid yang cukup tua di Kabupaten Aceh Tenggara, dimana sudah berdiri sejak masa pemerintahan yang pada saat itu daerah Tanah Alas dan Gayo Lues masih bergabung dengan Kabupaten induk yaitu Kabupaten Aceh Tengah. Letkol Syahadat sebelas tahun menjabat sebagai kepala Perwakilan Kabupaten Aceh Tengah untuk daerah Tanah Alas dan Gayo Lues. Masjid Agung At-Taqwa didirikan hampir bersamaan dengan pembangunan Komplek Pelajar Babussalam yaitu sejak tahun 1956-1962 oleh Letkol Syahadat (patih) sebagai Kepala Perwakilan Kabupaten Aceh Tengah bersama Mayor Amin Komandan Sektor VII (Kodim) pada saat itu yang memimpin masyarakat Aceh Tenggara dengan bergotong royong dalam pembangunan Masjid At-Taqwa dan Komplek Pelajar Babussalam, dan kemudian peresmian komplek pelajar Babussalam tersebut di resmikan oleh Gubernur Kepala Daerah (KDH) Istimewa Aceh Ali Hasjmy pada tanggal 9 Juli 1962. Prasasti peresmiannya terdapat di tugu Kampung Pelajar Babussalam.

 

Masjid Koleksi Topen Museum Belanda_Gayo-Alas

Masjid Koleksi Topen Museum Belanda

Arsitektur bangunan Masjid pada jaman penjajahan Belanda di Tanah Alas dan Gayo Lues (Gajo en Alaslanden) pada masa itu terlihat mirip dan ada pendekatan baik kesamaan bentuk dari masa ke masa serta kultural pada bangunan masjid hingga pada saat sekarang ini. Barangkali ini adalah sebuah historis yang digunakan dalam menyatukan emosional masyarakatnya pada masa itu guna mempertahankan daerahnya dari penjajahan kafir Belanda.

 

 

Masjid Agung At-Taqwa pada awalnya dibangun saat pemerintahan Letkol Syahadat menjabat sebagai Kepala Perwakilan Kabupaten Aceh Tengah sekitar tahun 1956-1962, awalnya merupakan Masjid sederhana yang dibangun di atas tanah yang tidak begitu luas dan dari dahulu berdekatan dengan Lapangan Jenderal Ahmad Yani, karena lokasi masjid tersebut adalah tempat yang strategis di tengah-tengah kota, pusat pemerintahan dan perekonomian daerah dan pusat perdagangan, Bupati Aceh Tenggara T. Johan Syahbudin SH. melakukan perluasan dan membangun Masjid tersebut. Berbagai sumber danapun di galang guna untuk membangun masjid At-Taqwa, salah satunya bantuan dari presiden Soeharto, pada tanggal 31 Maret 1985 melalui Menteri/Sekretaris Negara, Sudharmono, SH, menyerahkan bantuan Presiden untuk pembangunan Masjid Agung At-Taqwa di Kutacane, Aceh Tenggara. Bantuan sebesar Rp 250 juta itu diterima oleh Bupati Aceh Tenggara, T. Johan Syahbudin, SH. (Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988″, hal 307-308).

masjid_taqwa_era_ Buoati_T. Djohan

masjid_taqwa_era_ Bupati_T. Djohan

Masjid Agung At-Taqwa dibangun lagi pada Oktober 2009. Masjid di pusat perkotaan itu yang memiliki area 1,5 hektare yang telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Menurut Bupati Aceh Tenggara, H. Hasanuddin B saat meninjau lokasi pembangunan masjid tersebut mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk Pembangunan masjid dengan anggaran sekitar Rp 65 miliar. Dan, dana yang sudah ada dari sumbangan Gubernur Aceh sebesar Rp 10 miliar, APBK Rp 7,5 miliar, dan sumbangan dari pengusaha Abu Rizal Bakhrie Rp 500 juta, pengusaha Lukman CM Rp 200 Juta, bantuan dari dana aspirasi anggota DPRA Rp 465 Juta dan sumbangan masyarakat Rp 56 Juta.

 

masjid_At-Taqwa Kutacane_2015

masjid_At-Taqwa Kutacane_2015

Arsitektur Masjid Agung At-Taqwa bernuansa Turki Eropa dan Kultur Budaya Lokal. Disebutkan, masjid yang memiliki luas bangunan 2.675 m di atas area seluas 14.118 m2 (1,5 hektare) berkapasitas 4.000 jamaah, masjid tersebut merupakan yang terbesar di kabupaten Se-Aceh dalam Provinsi Aceh. Masjid ini juga dilengkapi area parkir kendaraan roda empat untuk 96 unit mobil dan 115 unit sepeda motor. Menurut Hasanuddin, masjid ini bermotif adat Alas, minimalis dan kaligrafi, serta soundsytem. Adanya empat buah menara yang membuat bangunan Masjid ini menjadi terlihat semakin megah, serta adanya tulisan kaligrafi pada dinding. Bangunan Masjid Agung At-Taqwa yang dirancang oleh salah seorang arsitektur diklaim mampu bertahan dari guncangan gempa kuat 9,0 SR, dan mampu bertahan sampai 300 tahun. Masjid Agung At-Taqwa ini telah dimasukkan juga sebagai sebagai Wisata Religi – Visit Aceh.

 

dodiphotohob_masjid_At-Taqwa (2)

Patut dipuji, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dalam beberapa tahun belakangan ini mampu meningkatkan martabat daerah Aceh Tenggara dari segi pembangunan daerah terutama pembangunan Masjid Agung At-Taqwa dan infrastruktur lainnya. Masjid yang dibangun, menunjukkan besarnya cinta pemimpin kita terhadap Islam. Masjid ini sangat menarik, terlihat dari arsitektur bangunannya yang unik dan megah dan memiliki daya tarik religi yang menggugah hati. Hampir setiap hari, masjid ini banyak didatangi pengunjung, terutama yang akan melaksanakan sholat berjamaah, maupun menikmati wisata kulliner yang ada di depan Masjid.

Masjid Agung At-Taqwa Kutacane
Alamat lengkap:
Jl Cut Nyak Dhien, Kute Kutacane Kecamatan Babussalam,
Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Kode Pos 24651.

Refrensi:
http://aceh.tribunnews.com/2011/09/16/masjid-agung-dirancang-tahan-gempa-90-sr
http://kutacanenews.blogspot.co.id/2010/08/kutacane-pembangunan-masjid-agung-at.html
http://www.insetgalus.com/berita?id=Masjid_Agung_At-Taqwa_Kutacane_Mampu_Menjadi_Icon_Wisata_Religi_dan_Kuliner
http://aceh.tribunnews.com/2015/02/22/masjid-at-taqwa-kutacane-segera-rampung
http://soeharto.co/1985-03-31-mensesneg-sudharmono-serahkan-bantuan-presiden-soeharto-untuk-masjid-raya-at-taqwa-aceh-tenggara
Photo-photo dari koleksi sendiri (dodileuser), by Tropen Museum Belanda, serta sumber-sumber lainnya





Wanarally-III Mapala UGL Tahun 2015

22 09 2015
Brosur Wanarally Mapala UGL 2015

Brosur Wanarally Mapala UGL 2015_dodileuser

WANARALLY-III MAPALA UGL TAHUN 2015

PENDAHULUAN

Alam tak dapat terpisahkan dengan kehidupan. Alam, hutan dan lingkungan sekitar merupakan suatu tempat untuk kebutuhan hidup manusia dan makhluk hidup yang ada didalamnya, manusia yang bersahabat dengan alam maka hidupnya akan nyaman karena sebagian kebutuhan hidupnya bisa didapat dari alam dan bahkan banyak manusia yang menggantungkan hidupnya dari hasil alam, jika potensi alam ini dapat dimanfaatkan dengan baik tanpa merusak dan mengganggu keberlangsungan makhuk hidup lain yang ada di dalamnya, merupakan cita-cita kita bersama. Kiranya musibah-musibah yang selama ini kita rasakan bisa menjadi sebuah refleksi atau masukan untuk masyarakat umum secara keseluruhan dan tentunya para pengambil kebijakan.

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser adalah Unit Kegiatan Mahasiswa, yaitu bisa disebut sebagai organisasi hobi, yang diisi oleh para mahasiswa yang hobi di kegiatan kepetualangan alam bebas dan pecinta lingkungan. Dalam Menyambut Visit Aceh Tenggara tahun 2015, MAPALA UGL ingin mengadakan kegiatan pendidikan, olahraga dan sosial yang diutamakan untuk kalangan pelajar sebagai target kedepan sebagai generasi perubahan yang cinta terhadap pelestarian alam dan menjadikan peserta Wanarally-III sebagai duta wisata dalam mewujudkan Aceh Tenggara sebagai daerah kunjungan wisata (Visit Aceh Tenggara 2016).

Kegiatan pendidikan (seminar lingkungan), olahraga (lomba), Outbound dan promosi pariwisata Aceh Tenggara akan dirangkum dalam satu acara Wanarally-III 2015, sekaligus dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk menyambut Visit Aceh Tenggara 2016. Kegiatan WANARALLY-III 2015 yang merupakan kelanjutan dari Wanarally-I dan Wanarally-II merupakan program Kementerian Kehutanan RI di bawah binaan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Wilayah Aceh-Sumut. Kiranya melalui kegiatan ini bisa menjadi sebuah ajang sosialisasi Visit Aceh Tenggara 2016, dan pendidikan untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum secara keseluruhan.

TEMA KEGIATAN

Tema kegiatan Wanarally-III yang dipilih adalah Menuju Visit Aceh Tenggara 2016”.

TUJUAN KEGIATAN WANARALLY-III

Panitia pelaksana (MAPALA UGL) tidak memiliki maksud dan tujuan yang berlebihan. Panitia hanya ingin memberikan sesuatu yang berguna kepada mahasiswa, pelajar dan masyarakat Aceh Tenggara, diantaranya:

  1. Pengenalan lingkungan, hutan TNGL sebagai paru-paru dunia;
  2. Promosi pariwisata unggulan di Aceh Tenggara;
  3. Menumbuhkan semangat kebersamaan dalam tim melalui Outbound dan permainan lainnya; dan
  4. Mengenal dampak bencana yang dihadapi jika kita tidak peduli terhadap bahaya perambahan hutan melalui pemutaran film dan dokumentasi bencana.

JENIS KEGIATAN

Pada kegiatan Wanarally-III, selain kegiatan Lomba Lintas Alam (WanarallY), kegiatan ini akan dirangkaikan dengan seminar lingkungan yang disampaikan oleh narasumber/instruktur ahli dibidangnya, sosialisasi dan pemutaran video bencana alam, dan permainan Outbound dari para anggota MAPALA UGL yang sangat berperan dalam kegiatan Wanarally-III ini.

AGENDA KEGIATAN

  • Lomba Lintas Alam (Wanarally);
  • Seminar Lingkungan dan Pendidikan Alam;
  • Pemutaran Film Dokumenter, Lingkungan, Bencana Alam dan Game Outbound;

TEMPAT KEGIATAN

  • Kegiatan Wanarally-III 2015

– Bumi Perkemahan Pramuka / PHPA TNGL Ketambe

 

WAKTU KEGIATAN

  • Cek In peserta & Pembukaan : Jum’at, 13 November 2015
  • Lomba Lintas Alam (Wanarally)           : Sabtu, 14 November 2015
  • Pemutaran Video Dokumenter           : Sabtu, 14 November 2015 (malam minggu)
    • Seminar Lingkungan & Outbond : Minggu, 15 November 2015
  • Penyerahan hadiah & Penutupan : Minggu, 15 November 2015

 

PENYELENGGARA KEGIATAN

Adapun penyelenggara kegiatan ini adalah :

  • Penyelenggara : MAPALA UGL (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser)
  • Alamat : Jln. Iskandar Muda No. 1 Kampus UGL Kutacane
  • Penanggung Jawab : Mansur Maturidi (Ketua)
  • Rekening Bank : …………………………………………… An. …………………………… BRI

 SASARAN KEGIATAN

  • Pelajar (Putra-Putri).

 PESERTA LOMBA LINTAS ALAM, SEMINAR & OUTBOUND.

  • Pelajar SMA/MAN/SMK (Putra-Putri)

 SUMBER DANA KEGIATAN

  • Yayasan Pendidikan Gunung Leuser Kutacane;
  • Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara;
  • MAPALA UGL Kutacane;
  • Sponsorship;
  • Donatur yang tidak mengikat.

PROPOSAL SPONSORSHIP KEGIATAN

Skema Sponsorship adalah sebagai berikut :

  • Sponsor utama
  • Sponsor pendamping
  • Donatur

Media Partnership

PUBLIKASI KEGIATAN

  • Poster & Spanduk
  • Surat Kabar/Media Cetak dan Elektronik

– TV Agara (Tv Lokal)

– TV Nasional (TV One, ANTV dan Metro TV) *)Tahap Konfirmasi

– Radio CBS Kutacane

– Radio Pemda Kutacane

– Berita Harian Serambi

– Berita Harian Waspada

– Berita Harian Berita Sore

– Berita Harian Analisa

– Berita Mingguan Lintas Louser Sumatera

  • Undangan

– Instansi Pemerintah

– Instansi Vertikal dan Swasta

– Mahasiswa

– Pelajar

– Hobiis

SUSUNAN KEPANITIAAN KEGIATAN

PENASEHAT                                   : H. Hasanuddin B. (Bupati Aceh Tenggara), Irwandi Desky, SP (Ketua DPRK Aceh Tenggara), Dr. Ahadin., M.Ed (Rektor Universitas Gunung Leuser) 

PEMBINA                                        : Dekan FP-UGL, Dekan FE-UGL, Dekan FKIP-UGL, Dekan FT-UGL

PENANGGUNG JAWAB                     : Mansur Maturidi  (Ketua UKM. MAPALA UGL)

PANITIA PELAKSANA                       : -KetuaPanitia : M. Azri Mahdi, Sekretaris : Said Habibi, Bendahara : Ayu Pitasari

SEKSI-SEKSI                                   : –

  • Seksi Acara                             : Heri Darmawan, Albisyah Putra, Ardiansyah Putra, Masmidah
  • Seksi Publikasi & Dok.             : Limsin Sinurat, Irwandi Yusra, Ricki Purnono Ari
  • Seksi Logistik & Transport       : Izri Waslim, Said Imam Gazali, Evi Suhesti, Dicky Zulkarnaen
  • Seksi Konsumsi                       : Milna Nila Rahayu, Sulpisyah Wali, Ariga, Kana Mariana

  PENUTUP

Demikian proposal kegiatan ini dibuat sebagai usulan kegiatan KEGIATAN WANARALLY-III 2015, untuk menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan kegiatan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan partisipasi dan peran serta Bapak/Ibu/Sdr dalam kegiatan ini.

Kutacane, 31 Agustus 2015

Panitia Pelaksana,

Ketua,

M. Azri Mahdi

Sekretaris,

Said Habibi

 Menyetujui:

REKTOR UNIVERSITAS GUNUNG LEUSER

Pj. Wakil Rektor III,

Rustam Efendi, SP,M.Pd.

Mengetahui,

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser Kutacane Ketua Umum,

Mansur Maturidi | NAG. 042.VII.MU.13.GH

Mansur Maturidi

Mansur_Sonas

Mansur_Sonas, UGL, Universitas Gunung Leuser, Mapala UGL, Kutacane, Leuser





“Mandi Meugang” Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Kutacane

3 07 2013
Meugang di Cane (1)

mandi meugang di Sungai Alas Pante Dona

Dalam menyambut bulan puasa, setiap daerah mempunyai cara masing-masing atau tradisi sendiri untuk menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan pengampunan bagi umat Muslim dunia tidak terkecuali di Indonesia. Begitu juga masyarakat Aceh Tenggara Provinsi Aceh, yang mana masyarakatnya mayoritas beragama muslim memiliki tradisi yang sangat khas untuk merayakan datangnya bulan Suci Ramadhan yang hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun.

Meugang di Cane (3)

mandi meugang di Sungai Alas Pante Dona

Berbeda dengan daerah lainnya, di Kutacane Aceh Tenggara atau yang akrab disebut dengan bumi “Sepakat Segenep”, warganya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan melakukan berendam atau mandi di sungai-sungai, sumur-sumur atau sumber mata air yang ada di Lembah Alas pegunungan Gunung Leuser. Tradisi ini disebut “Mandi Meugang” yang bermakna agar jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan ibadah puasa bersih secara lahir dan batin. Selain itu juga bermakna sebagai pembersihan diri atas segala kesalahan dan perbuatan dosa yang telah dilakukan sebelumnya.

Meugang di Cane (5)

mandi meugang di Sungai Alas Mbarung

Konon kabarnya tradisi “Meugang” sudah berlangsung turun temurun, atau sejak jaman raja-raja Aceh. Tradisi mandi meugang dengan membawa rombongan keluarga sambil membawa makanan-makanan ini biasa dilakukan oleh seluruh warga Aceh Tenggara. Bahkan jika ada masyarakat yang tidak mandi meugang di sungai ibarat ada yang kurang dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Masyarakat Aceh Tenggara mandi bersama di sungai. Dalam proses mandi Meugang ini mandi harus disertai dengan keramas memakai jeruk purut sebagai tanda pembersihan diri lahir bathin dalam menyambut bulan Ramadhan.

mandi Meugang di Sungai Alas Salim Pipit

mandi Meugang di Sungai Alas Salim Pipit

Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1434 H / 2013 M, mohon maaf atas segala kesalahan, semoga dibulan yg penuh berkah dan hikmah ini, kita kembali fitrah menuju ridha Allah SWT. Amien.

Refrensi:

http://palingseru.com/2872/7-tradisi-menyambut-bulan-ramadhan-di-berbagai-daerah-indonesia

http://www.kepadamu.com/2012/07/bagian-i-5-tradisi-menyambut-ramadhan-di-indonesia/#sthash.muopYWIZ.dpuf

link: http://www.dodileuser.wordpress.com





Tradisi dalam Perkawinan Adat Alas: Tangis Dilo

27 05 2013
dodi.leuser

dodi.leuser_jinto kude_adat Alas

Suku Alas mempunyai banyak tradisi kebudayaan yang unik-unik dan merupakan salah satu warisan untuk suku asli di Indonesia. Tradisi ini diwariskan oleh nenek moyang dari Suku Alas yang berada di Provinsi Aceh tepatnya di Kabupaten Aceh Tenggara dan sampai saat ini masih dipertahankan keasliannya. Tradisi yang sudah menjadi bagian dari adat istiadat dan kesenian daerah ini diantaranya yang sering kita lihat dan dengarkan adalah Tangis Dilo (Tangisan Sebelum Subuh), Pemamanen (Undangan dari Pihak perempuan), Melagam (Syair dalam bentuk cerita yang didramakan), Sesukuten (Cerita legenda, dongeng), Ngerane (berpantun) yang dilakukan oleh orang tua yang pandai bicara, Anggun Dodang (Mengayun Anak) dan masih banyak istilah adat istiadat, kesenian termasuk jenis tari-tarian yang menjadi tradisi sosial kebudayaan asli suku Alas Aceh Tenggara.

 

Disini kita hanya membahas mengenai tradisi kebudayan Tangis Dilo. Defenisi Tangis Dilo adalah tangisan pengantin sebelum waktu subuh. Tangis artinya menangis, dan Dilo artinya Waktu sebelum subuh, jika bulan puasa tepatnya waktu sahur, demikianlah kira-kira. Tangis dilo ini dilakukan oleh si pengantin perempuan kepada ibunya sebelum hari “H” upacara pernikahan si perempuan, dengan kata lain tangisan sebelum Ia meninggalkan orangtuanya (ibu) untuk pergi dan ikut suaminya. Tangis dilo ini dilakukan dihari yang sama, sebelum akad nikah dilakukan, atau jika besok sore pengantin wanita dijemput dan pergi ke tempat suami, maka pada waktu subuh dini harilah ia lakukan tangis dilo tersebut. Meskipun nada menyampaikan tangis dilo hampir sama dengan nada melagam, akan tetapi lirik dan syair tangis dilo tidak sama dengan lagam.

Berikut adalah syair dan lirik Tangis Dilo yang diucapkan oleh si pengantin perempuan kepada ibunya.

 

Eeuuuhh… heeeuuiiiiiiii, heiieiiieihh….. heiieiiieihh….. heiieiiieihh…..

Eeuuuhhh…

Aeuheeuuiihh…. Soh me bandu ameeeee eiiieiihh…..

Eiiieiihh… bekhas se selup de ame ku eeuuuhh…

Eeuuuhh… lawe se ntabu de ame ku ame aeehh…

Eiiieiihh… ken tukakh ganti ni anak ndu aku ame eeuuuhaeehh…

Kakhena sekadan wakhi no ameeeee aeiiieiihh….. e anak ndu aku de ame eeuuuhaeehh… senakhen ngantusi aeee… si kekukhangen bandu de ame ku…

Eeuuuhh… heeeuuiiiiiiii, heiieiiieihh….. heiieiiieihh….. heiieiiieihh…..

*) Disyairkan berulang-ulang.

 

Maksud dari syair tersebut adalah;

“Dia sudah berumah tangga, disampaikan beras satu bambu, air satu labu, sebagai tukar gantinya kepada ibunya, karena dulunya ibunyalah yang selalu mengerti dan mengayomi dia, baru saja Ia mengurus ibunya, dan belum sempat membahagiakan dan belum sempat memenuhi kekurangan ibunya, namun pada hari ini Ia sudah terlepaslah mengurus ibu sehari-hari”.

 

dodi.leuser_pangekhi_adat Alas

dodi.leuser_pangekhi_adat Alas

Begitulah kira-kira artinya yang disampaikan kepada ibunya disaat seorang anak perempuan akan pergi meninggalkan ibunya dan pergi ke tempat suaminya. Yang menyampaikan tangis dilo dalam adat alas ini adalah seorang perempuan sambil menyembah dan bersujud di pangkuan ibunya sambil menangis dan mengucapkan (bersyair) dengan kata-kata seperti yang dirangkai di atas kepada ibunya.

 

Jadi dalam acara adat Alas, apabila si pengantin perempuan besok hendak pulang ke rumah suaminya, ada acaranya seperti yang disebutkan di atas yaitu tangis dilo. Si pengantin perempuan memasukan beras dalam satu sumpit sebanyak satu bambu, kemudian air di isi dalam satu labu atau ceret. Acara ini dilakukan secara tersendiri dengan ibunya, yaitu disaat waktu subuh, maka didalam waktu yang singkat inilah dia sampaikan kepada ibunya melalui tangis dilo.

 

Dalam adat Alas, sebelum si perempuan atau yang menikah ini pergi ketempat suaminya, maka tangis dilo ini dilakukan sambil menyembah dan bersujud di pangkuan ibunya. Dapat kita rasakan sendiri, bahwa peranan ibu sangat begitu besar dalam kehidupan kita anak-anaknya, dan sesuai dengan ajaran agama agar selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua khususnya Ibu, karena surga berada di telapak kaki ibu.

 

Refrensi dan Sumber:

Description performer note: Yakub Pagan, 1982, “Tangis Dilo” Audio Visual;

Kartomi, Margareth J, The Kartomi Collection of Traditional Musical Arts in Sumatra;

http://arrow.monash.edu.au/hdl/1959.1/51882





Nganggun Anak

23 03 2013
Aznii Sukma Areta_Photo

Aznii Sukma Areta_Photo

Nganggun anak dalam bahasa Alas artinya mengayun anak. Nganggun anak adalah suatu budaya turun temurun yang dilakukan seorang ibu untuk menina bobokan anaknya, yaitu dengan menyanyikan syair-syair indah, petuah dan nasehat dalam bentuk nyanyian, dulunya nganggun anak ini bertujuan untuk membuat si anak tertidur kemudian si Ibu dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga atau membantu si Ayah bekerja di sawah atau ladang.

Di daerah Alas budaya menganggun anak sampai saat ini masih dilakukan, dan merupakan sudah menjadi bagian adat istiadat yang tak terpisahkan dengan ajaran agama Islam, belum diketahui siapa awalnya yang memperkenalkan budaya dan syair menganggun anak ini, namun tradisi nganggun anak ini sudah ada sejak lama dan turun temurun hingga saat ini terutama di negeri Alas.

Sebenarnya banyak makna yang bisa diambil dari syair-syair nganggun anak ini. Nganggun anak jika dikaitkan dengan ajaran Islam, sangat sesuai dengan hadist nabi yang mengatakan; “tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat”. Dalam tradisi orang Alas juga, setiap anak yang masih bayi sudah diajarkan melalui mengayun anak (Anggun Dodang) mengenai ilmu, dunia & akhirat, yaitu sekolah dan mengaji (mace), berbakti kepada ibu bapak dan kelak agar ada yang mendo’akan orangtuanya dikala sudah meninggal.

Berikut adalah syair dari Nganggun Anak dalam budaya Suku Alas.

Medem me kau anak ku…. medem

Segekhe kau nggedang, segekhe kau mbelin

Ulang me kau tangis…. Ulang

Ame mu anak ku mebahan ni jume

De mbelin kau pagi anak ku… pagi

ku sekhahken me kau pagi anak ku mace, sekolah…

Kau me pagi anak ku ken tulung bantu Ame Uan mu

De mate pagi aku anak ku, kau me pagi si do’e ken aku.

cuiii… na.. na.. na… nah… ana cuiii…

it.. lala… la… la… lah it…

Artinya:

Tidurlah kau anak ku…. tidur

Cepat kau tinggi, cepat kau besar

Janganlah kau menangis…. jangan

Ibu mu anak ku lagi bekerja di… sawah

Jika kelak engkau sudah besar anak ku… nanti

ku serahkan kau kelak anak ku mengaji, sekolah…

Kau lah kelak anak ku yang menolong dan membantu Ibu dan Ayah mu

Jika kelak aku mati anak ku, engkaulah yang akan mendoakan aku.

cuiii… na.. na.. na… nah… ana cuiii…

it.. lala… la… la… lah it…

Syair ini dinyanyikan berulang-ulang.

Makna dan pesan yang diambil dari syair Nganggun Anak ini mengisahkan angan-angan dan cita-cita dari seorang ibu terhadap anaknya. Orang tua yang punya keinginan, kalau kelak anaknya sudah besar Ia akan membekali anaknya dengan ilmu yaitu dengan menyerahkan anaknya mengaji dan sekolah. Mengaji untuk bekalnya kelak di akhirat dan sekolah sebagai bekalnya di dunia. Pendidikan yang harus seimbang antara dunia dan akhirat merupakan dambaan setiap orang tua kepada anaknya.

Aznii Sukma Areta_photo

Aznii Sukma Areta_photo

Kemudian bait berikutnya dari syair Nganggun Anak yang mengisahkan angan-angan seorang ibu terhadap anaknya bahwa kalau nanti anaknya sudah besar kiranya Ia dapat membantu orangtuanya, berbakti kepada orangtuanya dan kelak Ia sebagai tempat orangtuanya dalam menjalani sisa-sisa hidupnya didunia. Serta bila nanti orangtuanya telah tiada, almarhum orangtuanya berharap si anak dapat mengirimkan do’a kepadanya. Sebuah makna yang paling mendalam yang ditujukan kepada anaknya, bahwa jika kelak anaknya sudah besar agar hendaklah berbakti kepada orang tuanya, jangan pernah durhaka dan menelantarkan orang tua, membantu dan nafkahilah orang tua kita, apalagi mereka sudah tua (Uzur).

Dan jika nanti Ia (orang tua) sudah meninggal, jangan lupa untuk sering-seringlah mengirimkan do’a kepadanya, kunjungilah pusaranya karena agama juga mengajarkan untuk sering-seringlah mengirimkan do’a kepada orang tua kita yang sudah tiada, karena itulah yang dapat menentramkan dia di alam sana.

Betapa besar pengorbanan orangtua terutama seorang ibu kepada kita, maka hendaklah bagi kita untuk senantiasa menjaga perasaannya, berbuat baik dan berbaktilah kepadanya. Dan ingatlah bahwa surga berada ditelapak kaki ibu. (dodi leuser)

Refrensi dan Sumber:

Description performer note: Yakub Pagan, 1982, “Nganggun Anak” Audio Visual;

Kartomi, Margareth J, The Kartomi Collection of Traditional Musical Arts in Sumatra;

http://arrow.monash.edu.au/hdl/1959.1/51882





Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga MAPALA UGL Kutacane

15 02 2013
panorama-gunung-leuser.jpg

panorama-gunung-leuser.jpg

M U K A D I M A H

            Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

Bahwa sesungguhnya alam beserta apa yang terkandung di dalamnya merupakan suatu anugerah Tuhan yang menciptakannya dan menjadikan kewajiban manusia untuk mencintai semua makhluk, tanah air dan alam sebagai suatu pernyataan terhadap Tuhan.

Bahwa untuk lebih mendekatkan dan mempererat hubungan antara manusia dalam usaha mencintai ciptaan Tuhan tersebut, perlu adanya suatu wadah yang dapat menampung serta menyalurkan pemikiran-pemikiran dan kegiatan kreatif untuk menyatakan rasa cinta tersebut.

Bahwa segala usaha di atas hanya akan berhasil jika di dasari oleh jiwa besar dan budi luhur yang harus ditempa, dibina serta senantiasa dikembangkan menurut batas-batas kemampuan setiap manusia yang merdeka dan sebagai insan sosial yang sadar akan fungsi dan perananya di dalam masyarakat.

Bahwa Universitas Gunung Leuser dengan segala gerak kegiatanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, dan mahasiswa Universitas Gunung Leuser yang mencintai almamaternya wajib mengembangkan rasa cinta terhadap alam dan ilmu pengetahuan demi kemanusiaan.

Dengan ini dibentuklah suatu organisasi Mahasiswa Pecinta Alam didalam lingkup linkungan Universitas Gunung Leuser dengan Anggaran Dasar sebagai berikut:

 

BAB I

NAMA, TEMPAT DAN WAKTU

Pasal 1

NAMA

Organisasi ini bernama Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser, disingkat MAPALA-UGL.

Pasal 2

TEMPAT

Organisasi ini berkedudukan/bertempat di Universitas Gunung Leuser Kutacane Aceh Tenggara.

Pasal 3

WAKTU

Organisasi ini didirikan di Kutacane, pada tanggal Satu Bulan Januari Tahun Dua Ribu Lima (01/01/2005) untuk waktu yang tidak ditentukan.

 BAB II

ASAS DAN TUJUAN

Pasal 4

ASAS

Organisasi ini berasaskan Pancasila, yang didasari oleh semangat persaudaraan, persamaan dan gotong royong.

Pasal 5

TUJUAN DAN USAHA MENCAPAI TUJUAN

Ayat 1

T U J U A N

  1. Organisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan, memupuk, membina dan mengembangkan kecintaan terhadap alam beserta segenap isinya sebagai pernyataan rasa cinta terhadap Tuhan sebagai sang pencipta.
  2. Membangun kerjasama dengan berbagai komponen / kader konservasi / para kelompok pecinta alam lainnya.
  3. Organisasi ini bertujuan pula untuk mengembangkan dan membina pribadi yang luhur, ketahanan jasmani dan rohani, serta ilmu pengetahuan demi kemanusiaan.
  4. Meningkatkan ilmu pengetahuan melalui pendidikan dan latihan, peningkatan karakter dan kompetensi intelektual anggota.

Ayat 2

USAHA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

Untuk mewujudkan tujuan tersebut MAPALA-UGL melakukan usaha-usaha sebagai berikut:

  1. Berperan aktif dalam pelaksanaan, dan pengawasan untuk mendukung Pembangunan program berwawasan lingkungan.
  2. Membangun kerjasama yang terus-menerus dengan Universitas Gunung Leuser dalam mengembangkan, memanfaatkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan berwawasan lingkungan.
  3. Membangun jejaring dengan berbagai komponen / kader konservasi / para kelompok pecinta alam lainnya serta membina hubungan kerjasama dengan lembaga atau instansi terkait di dalam maupun luar daerah dalam rangka implementasi ilmu pengetahuan berwawasan lingkungan.
  4. Mendorong dan melakukan kerjasama peningkatan karakter dan kompetensi intelektual anggotanya dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat agar kehadiran MAPALA-UGL dapat membangun karakter Universitas dan Daerah.
  5. Mempersatukan dan memperdalam rasa tanggung-jawab sosial para anggota.
  6. Serta melakukan usaha-usaha lain secara profesional untuk menunjang tercapainya tujuan organisasi.

BAB III

Pasal 6

LAMBANG

Lambang MAPALA – UGL adalah seperti dibawah ini:

Logo Mapala UGL

Logo Mapala UGL

Adapun maksud dari lambang ini dijelaskan dalam Anggaran Rumah Tangga MAPALA-UGL.

Pasal 7

BENDERA

Bendera MAPALA-UGL berwana Biru Tua dengan lambang / logo MAPALA-UGL ditengahnya.

 

Bendera Mapala UGL

Bendera Mapala UGL

Pasal 8

MITELA

Mitela MAPALA-UGL berwarna Orange Untuk Anggota Biasa dan Merah Jingga Untuk Anggota Muda , ukuran 1 meter, di bagi 2, berbentuk segi tiga, dan diberi lambang (logo) dan Tulisan MAPALA-UGL di ujungnya.

Pasal 9

SERAGAM DINAS

Seragam Dinas MAPALA-UGL berwarna hitam dengan disertai beberapa atribut organisasi.

Pasal 10

ATRIBUT SERAGAM DINAS

Tata letak Atribut Seragam Dinas yang dipasang adalah :

–          Bendera Merah Putih dipasang di lengan baju sebelah kanan;

–          Lambang / Logo MAPALA-UGL dan Tanda Angkatan dipasang di lengan baju sebelah kiri;

–          Nama Lapangan dan NAG dipasang di dada sebelah kanan;

–          Tanda Tulisan MAPALA-UGL dipasang di dada sebelah kiri;

Pasal 11

LAGU

Lagu MAPALA – UGL akan ditentukan kemudian.

 

BAB IV

KEANGGOTAAN

Pasal 12

JENIS KEANGGOTAAN

Jenis keanggotaan organisasi ini terdiri dari:

  1. Calon Anggota Muda
  2. Anggota Muda
  3. Anggota Biasa
  4. Anggota Kehormatan

Pasal 13

CALON ANGGOTA MUDA

Calon Anggota Muda adalah setiap mahasiswa Universitas Gunung Leuser yang mendaftarkan diri dan memenuhi syarat yang ditentukan oleh Panitia Seleksi ditunjuk oleh Badan Pengurus.

Pasal 14

ANGGOTA MUDA

Anggota Muda adalah setiap Calon Anggota Muda yang telah diseleksi dan sudah lulus mengikuti Pendidikan Latihan Dasar dan ditabalkan di puncak MAPALA-UGL.

Pasal 15

ANGGOTA BIASA

Anggota Biasa adalah setiap Anggota Muda yang dinyatakan lulus karena telah mengambil spesialis/keahlian pada divisinya masing-masing.

Pasal 16

ANGGOTA KEHORMATAN

Anggota Kehormatan adalah Anggota Biasa yang telah menyelesaikan studi di perkuliahan.

 BAB V

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 17

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA MUDA

  1. Hak Anggota Muda adalah :
    1. Menghadiri Rapat Anggota, mengeluarkan pendapat, dan mengajukan usul atau saran sesuai dengan tata tertib dan peraturan yang berlaku.
    2. Mempunyai hak suara/memilih dan mengisi jabatan lain yang ditunjuk.
    3. Memperoleh pelayanan pendidikan, pelatihan, informasi dan bimbingan.
  2. Kewajiban Anggota Muda adalah :
    1. Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Keputusan-keputusan Pengurus MAPALA-UGL yang telah diambil dengan sah.
    2. Aktif dalam kegiatan dan melaksanakan serta bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diamanatkan MAPALA-UGL.
    3. Menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik MAPALA-UGL dan UGL.

Pasal 18

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA BIASA

  1. Hak Anggota Biasa adalah :
    1. Menghadiri Rapat Anggota, mengeluarkan pendapat, dan mengajukan usul atau saran sesuai dengan tata tertib dan peraturan yang berlaku.
    2. Mempunyai hak Memilih dan Dipilih menjadi pengurus dan atau jabatan lain yang ditetapkan.
    3. Memperoleh pelayanan pendidikan, pelatihan, informasi dan bimbingan.
  1. Kewajiban Anggota Biasa adalah :
    1. Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Keputusan-keputusan Pengurus MAPALA-UGL yang telah diambil dengan sah.
    2. Aktif dalam kegiatan dan melaksanakan serta bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diamanatkan MAPALA-UGL.
    3. Menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik MAPALA-UGL dan UGL.

Pasal 19

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA KEHORMATAN

  1. Hak Anggota Kehormatan adalah :
    1. Menghadiri Rapat Anggota, mengeluarkan pendapat, dan mengajukan usul atau saran sesuai dengan tata tertib dan peraturan yang berlaku.
    2. Mempunyai hak suara/memilih.
    3. Memperoleh pelayanan pendidikan, pelatihan, informasi dan bimbingan.
  1. Kewajiban Anggota Kehormatan adalah :
    1. Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Keputusan-keputusan Pengurus MAPALA-UGL yang telah diambil dengan sah.
    2. Aktif dalam kegiatan dan melaksanakan serta bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diamanatkan MAPALA-UGL.
    3. Menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik MAPALA-UGL dan UGL.

 

Pasal 20

HAK DAN KEWAJIBAN CALON ANGGOTA MUDA

  1. Hak Calon Anggota Muda adalah :
    1. Memperoleh pelayanan informasi dan bimbingan;
  1. Kewajiban Calon Anggota Muda adalah :
    1. Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Keputusan-keputusan Pengurus MAPALA-UGL yang telah diambil dengan sah.
    2. Aktif dalam kegiatan dan melaksanakan serta bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diamanatkan MAPALA-UGL.
    3. Menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik MAPALA-UGL dan UGL.

 BAB VI

ORGANISASI

Pasal 21

SUSUNAN PENGURUS

MAPALA-UGL mempunyai susunan pengurus sebagai berikut:

  1. Pelindung/Penasehat
  2. Pembina
  3. Pengurus (Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum)
  4. Bidang-bidang dan Divisi-divisi

 

Pasal 22

MASA KERJA

Masa Kerja Pengurus adalah selama 1 (satu) tahun.

Pasal 23

PENGURUS

  1. Pengurus merupakan pelaksana tertinggi organisasi, dipimpin oleh Ketua Umum yang dipilih oleh Anggota dalam Musyawarah Besar.
  2. Pengurus terdiri dari :

        Ketua Umum.

        Sekretaris Umum.

        Bendahara Umum.

        Bidang-bidang :

Sekurang-kurangnya 4 orang Ketua Bidang meliputi Bidang Humas inventaris Kesekretariatan, Bidang Pendidikan Latihan dan Pengembangan, Bidang Sosial Lingkungan budaya dan SAR, serta Bidang Konservasi Sumber Daya Alam;

        Dan Divisi Divisi antara lain

–          Gunung Hutan ( GH)

–          Arung Jeram ( AJ)

–          Panjat Tebing ( PT)

–          Jurnalistik & Photografhy

  1. Dalam hal tertentu dimana diperlukan, Ketua Umum dapat mengangkat Sekretaris Umum menjadi pengganti.

 

Pasal 24

TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS

  1. Ketua Umum Terpilih menyusun Kepengurusan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan Kalender setelah Musyawarah Besar.
  2. Pengurus bertugas melaksanakan seluruh keputusan Musyawarah Besar, menyusun dan melaksanakan rencana kerja organisasi, memberikan laporan kegiatan dan pertanggung-jawaban Keuangan kepada Anggota dalam Musyawarah Besar selama masa kepengurusannya.
  3. Pengurus memberikan laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan dan laporan keadaan inventaris barang dalam Musyawarah Besar (MUBES) Anggota.

Pasal 25

PENCALONAN KETUA/PENGURUS

Ketua/Pengurus yang masih menjabat, dapat mencalonkan kembali pada Mubes berikutnya sebanyak-banyaknya untuk satu masa jabatan lagi (2 periode). bagi yang masih aktif kuliah.

BAB VII

RAPAT

Pasal 26

JENIS-JENIS RAPAT

Jenis-jenis Rapat terdiri dari :

  1. Musyawarah Besar ;
  2. Rapat Kerja;
  3. Rapat Pengurus.

Pasal 27

MUSYAWARAH BESAR

  1. Musyawarah Besar (MUBES) yang merupakan Rapat Anggota tertinggi dalam proses pengambilan keputusan di organisasi MAPALA-UGL, yang diadakan sekali dalam 1 (satu) tahun.
  2. Rapat Anggota yang diadakan diluar ketentuan pada ayat 1 di atas disebut Musyawarah Besar Luar Biasa (MUBESLUB).
  3. Peserta, wewenang dan mekanisme Rapat Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 28

RAPAT KERJA

  1. Rapat Kerja adalah rapat yang dilaksanakan oleh Pengurus MAPALA-UGL untuk membahas program kerja tahunan.
  2. Rapat Kerja Pengurus adalah Rapat Kerja yang membahas program kerja tahunan yang diselenggarakan oleh Pengurus.
  3. Peserta dan mekanisme Rapat Kerja diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 29

RAPAT PENGURUS

  1. Rapat Pengurus adalah rapat yang diselenggarakan oleh Pengurus MAPALA-UGL untuk membahas pelaksanaan program kerja.
  2. Peserta dan mekanisme Rapat Pengurus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VIII

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 30

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

  1. Setiap keputusan dalam Rapat diambil secara musyawarah untuk mufakat dan apabila tidak tercapai mufakat maka dilakukan pemungutan suara dan keputusan adalah sah berdasarkan suara terbanyak.
  2. Mekanisme penentuan kuorum, musyawarah, dan pemungutan suara diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

 

BAB IX

KEUANGAN

Pasal 31

SUMBER KEUANGAN MAPALA-UGL

Sumber keuangan organisasi diperoleh dari:

  1. Uang pangkal;
  2. Iuran anggota;
  3. Sumbangan yang sah dan tidak mengikat;
  4. Usaha dan penerimaan lain yang sah dan halal serta tidak bertentangan dengan asas organisasi.

Pasal 32

PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN MAPALA-UGL

  1. Pertanggungjawaban keuangan organisasi dilakukan secara transparan dan akuntabel dan bila diperlukan bisa dilakukan audit;
  2. Pertanggungjawaban keuangan selama periode kepengurusan dilaporkan dalam Musyawarah Besar Anggota.
  3. Pertanggung jawaban keuangan setiap kegiatan dilaporkan kepada BPH MAPALA-UGl  selambat-lambatnya dua minggu setelah kegiatan berakhir.

 

BAB X

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal 33

MEKANISME PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

  1. Anggaran Dasar ini dapat diubah berdasarkan usulan Pengurus atau Anggota dan perubahannya diputuskan dalam MUBES atau MUBESLUB.
  2. Usulan perubahan Anggaran Dasar ini harus mendapat persetujuan dari 1/2 (satu perdua) anggota atau 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota MAPALA-UGL.

 

BAB XI

PEMBUBARAN

Pasal 34

PEMBUBARAN ORGANISASI

  1. Usulan pembubaran organisasi MAPALA-UGL harus mendapat persetujuan dari 1/2 (satu perdua) anggota atau 3/4 (tiga perempat) jumlah anggota MAPALA-UGL.
  2. Pembubaran organisasi MAPALA-UGL hanya dapat dilakukan oleh keputusan MUBES yang diadakan untuk maksud tersebut dan dihadiri oleh minimal 3/4 (tiga perempat) dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 3/4 (tiga perempat) anggota yang hadir.

 

BAB XII

PENUTUP

Pasal 35

PENUTUP

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini lebih lanjut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga MAPALA-UGL. Anggaran Dasar ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di             : Kutacane

Tanggal           : 29 JANUARI 2013

Dewan Presidium I     : Hendra Pagan, S.Pd          ________________________

Dewan Presidium II   : Pajriansyah                          ________________________

Dewan Presidium II   : Ahmad Fauza, ST                ________________________

 


ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

KETENTUAN UMUM

Anggaran Rumah Tangga ini bersumber pada Anggaran Dasar MAPALA-UGL yang berlaku oleh karena itu tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar.

 

 

BAB II

IDENTITAS ORGANISASI

Pasal 2

BENTUK DAN LAMBANG

  1. MAPALA-UGL berbentuk perhimpunan yang merupakan wadah berkumpulnya para mahasiswa UGL untuk melakukan kegiatan bersama dalam lingkup ilmu pengetahuan, lingkungan hidup, kegiatan alam bebas, serta ilmu sosial dan kemanusiaan untuk kemajuan bangsa, kesejahteraan masyarakat dan kemanusiaan.
  2. Lambang MAPALA-UGL terdiri dari :
Logo Mapala UGL

Logo Mapala UGL

–          Lingkaran berbentuk segi delapan bermakna Aceh Tenggara dikelilingi oleh Gunung/Bukit Barisan.

–          Garis lingkaran tengah bermotif Alas bermakna MAPALA UGL berada di Bumi Lembah Alas Sepakat Segenep, serta menandakan ikatan persaudaraan dan kekeluargaan.

–          Tiga buah gunung sebagai Duplikat dari Logo Universitas Gunung Leuser bermakna MAPALA UGL berada dalam lingkup UGL dan tetap menjunjung tinggi Almamater Universitas Gunung Leuser Kutacane.

–          Sungai bermakna sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan.

–          Tulisan MAPALA UGL menandakan identitas organisasi.

–          Warna dasar Orange bermakna MAPALA UGL berjiwa sosial dan independen

Seperti tergambar di bawah ini :

 

BAB III

TUJUAN

Pasal 3

TUJUAN

  1. Menumbuhkan, memupuk, membina dan mengembangkan kecintaan terhadap alam beserta segenap isinya sebagai pernyataan rasa cinta terhadap Tuhan sebagai sang pencipta artinya organisasi ini memberikan pendidikan, ilmu pengetahuan kepada anggotanya agar dapat bersyukur serta merubah makna syukur mereka dalam bentuk pembangunan, menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
  2. MAPALA-UGL baik secara individu maupun kelembagaan, bersama civitas akademika Universitas Gunung Leuser mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dalam bidang konservasi alam.
  3. Membangun kerjasama serta menggali informasi dan pengalaman dengan berbagai komponen / kader konservasi / para kelompok pecinta alam lainnya untuk meningkatkan keilmuan, pengetahuan, pengalaman dan kreatifitas anggota.
  4. Membina karakter anggota MAPALA-UGL yang cerdas, mandiri, kuat, unggul, tangguh, memiliki integritas, berprestasi dan bangga terhadap organisasi dan almamater.

BAB IV

USAHA

Pasal 4

USAHA-USAHA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

Bahwa usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan MAPALA-UGL dijabarkan dalam bentuk Program-program Pengurus MAPALA-UGL.

 

BAB V

KEANGGOTAAN

Pasal 5

PENDAFTARAN KEANGGOTAAN

  1. Setiap Calon Anggota Muda harus mendaftarkan diri dan wajib mengikuti orientasi pendidikan untuk memenuhi syarat menjadi Anggota Muda.
  2. Pendaftaran dilakukan secara tertulis dengan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh Pengurus MAPALA-UGL.

Pasal 6

ANGGOTA MUDA

Anggota Muda terpilih berdasarkan kelulusan anggota pada penabalan di puncak MAPALA- UGL dan di angkat oleh BPH MAPALA-UGL.

Pasal 7

ANGGOTA BIASA

Anggota Biasa : anggota yang telah mengambil spesialis yang di angkat oleh Suvervisor dan ditetapkan oleh BPH MAPALA-UGL.

Pasal 8

ANGGOTA KEHORMATAN

Anggota Kehormatan adalah anggota biasa yang telah menyelesaikan studi perkuliahan.

Pasal 9

HILANG KEANGGOTAAN

Seoaran aggota hilang keanggotaanya ada beberapa sebab :

  1. Meninggal dunia;
  2. Mengundurkan diri secara tertulis;
  3. Dikeluarkan /dipecat karna melanggar peraturan AD/ART MAPALA-UGL.

Pasal 10

KEWAJIBAN DAN LARANGAN SEBAGAI ANGGOTA

  1. Setiap anggota wajib membela, mempertahankan dan menjunjung nama baik organisasi dan almamater Universitas Gunung Leuser.
  2. Setiap anggota wajib mentaati peraturan-peraturan AD/ART dan peraturan yang ditetapkan oleh pengurus.
  3. Dilarang menjalin hubungan asmara (berpacaran) antar sesama anggota MAPALA-UGL;
  4. Setiap anggota MAPALA – UGL pada waktu dilantik harus mengucapkan janji sebagai berikut:

“IKRAR MAPALA-UGL”

  1. a.       Kami Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. b.       Kami Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser Mengakui,  Bahwa Bumi Beserta Isi Didalamnya Adalah Ciptaan dan Anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa;
  3. c.       Kami Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser Memegang Teguh Tali Persaudaraan Antar Anggota, Menjunjung Tinggi Kehormatan Organisasi Mapala-UGL, dan Sesama Anggota Pecinta Alam Lainnya;
  4. d.      Kami Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser Akan Menjaga Kehormatan dan Nama Baik Almamater Universitas Gunung Leuser;
  5. e.       Kami Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gunung Leuser Berjanji, Dengan Segenap Jiwa Dan Raga Akan Menjaga Kelestarian Alam, Demi Keselamatan Ummat Manusia Dan Kehidupan Mahluk Yang Ada Di Dalamnya.

 

BAB VI

ORGANISASI

Pasal 11

TUGAS DAN WEWENANG PENASEHAT DAN PEMBINA

  1. Penasehat dan Pembina bertugas untuk memberi pengarahan, pertimbangan, saran dan atau nasihat kepada Pengurus MAPALA-UGL baik diminta maupun tidak.

 

 

Pasal 12

PENGURUS

Pengurus merupakan pelaksana tertinggi organisasi, dipimpin oleh Ketua Umum secara kolegial.

Pasal 13

TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS

  1. Ketua Umum :
    1. Menyusun kepengurusan organisasi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan Kalender setelah Musyawarah Besar dan diangkat melalui pelantikan.
    2. Memimpin organisasi MAPALA-UGL
    3. Berwenang untuk mengganti Pengurus;
    4. Berwenang menerima atau menolak usulan yang diajukan Penasehat maupun Pembina organisasi.
  2. Sekretaris Umum:
    1. Membantu Ketua-ketua Bidang / Divisi dalam mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan Bidang/Divisi tersebut.
    2. Melaksanakan fungsi organisasi MAPALA-UGL.
    3. Bertanggungjawab atas Kesekretariatan MAPALA -UGL.
    4. Menugaskan dan mengkoordinasikan.
  3. Bendahara Umum :
    1. Membantu Ketua-ketua Bidang/Divisi dalam mengkoordinasikan pendanaan kegiatan-kegiatan Bidang/Divisi.
    2. Merencanakan dan mengendalikan arus kas MAPALA -UGL.
    3. Bertanggungjawab atas fungsi kebendaharaan MAPALA -UGL.
    4. Menugaskan dan mengkoordinasikan.
  4. Ketua Bidang :
    1. Bersama Ketua-ketua Divisi merencanakan program kegiatan.
    2. Mengarahkan, membimbing, dan mengawasi pelaksanaan program di divisi-divisi di bawahnya.
    3. Berkoordinasi dengan Sekretaris dan Bendahara Umum.
    4. Bertanggungjawab atas keberhasilan pelaksanaan program di bidangnya.
  5. Ketua Divisi :
    1. Membuat perencanaan dan melaksanakan program kegiatan divisinya.
    2. Bertanggungjawab atas keberhasilan pelaksanaan program di divisinya.

Pasal 14

KETUA UMUM BERHALANGAN TETAP

  1. Ketua Umum berhalangan tetap apabila :
    1. Mengundurkan diri
    2. Meninggal dunia
    3. Tidak mampu melaksanakan tugasnya secara terus menerus selama 2 (dua) bulan
  2. Dalam hal Ketua Umum berhalangan tetap maka Sekretaris Umum menjabat sebagai Ketua Umum sampai berakhirnya masa kepengurusan.
  3. Dalam hal tidak ada Sekretaris Umum, maka Bendahara Umum menjabat sebagai Ketua Umum sampai berakhirnya masa kepengurusan.

Pasal 15

PENGESAHAN PANITIA PELAKSANA KEGIATAN

Dalam suatu acara, Panitia Pelaksana Kegiatan, disahkan dan ditetapkan oleh Pengurus berdasarkan pengajuan dari Ketua Bidang atau Ketua Divisi.

 

 

BAB VII

RAPAT

Pasal 16

KEWENANGAN RAPAT ANGGOTA

Musyawarah Besar memiliki kewenangan untuk:

  1. Menetapkan perubahan dan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
  2. Membahas laporan pertanggungjawaban Pengurus MAPALA-UGL periode berjalan.
  3. Menetapkan kebijakan umum organisasi MAPALA -UGL.
  4. Memilih Ketua Umum Pengurus MAPALA-UGL periode berikutnya.

Pasal 17

MEKANISME MUSYAWARAH BESAR (MUBES)

  1. Musyawarah Besar diadakan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun dan diikuti oleh anggota MAPALA-UGL.
  2. Pengurus menentukan waktu dan agenda Musyawarah Besar, serta mengundang anggota MAPALA-UGL melalui pengumuman di media internet paling lambat 1 (satu) bulan dan undangan resmi paling lambat 1 (minggu) sebelum pelaksanaan Musyawarah Besar dilaksanakan.
  3. Pengurus membentuk Kepanitiaan Musyawarah Besar yang bertugas mengatur penyelenggaraan Musyawarah Besar 1 (satu) bulan sebelum pelaksanaan Musyawarah Besar.
  4. Musyawarah Besar dinyatakan sah apabila dihadiri oleh 2/3 (dua pertiga) dari jumlah anggota.
  5. Apabila jumlah yang hadir tidak mencapai kuorum, Musyawarah Besar akan ditunda sekurang-kurangnya 1 (satu) jam dan setelah itu Musyawarah Besar dapat tetap dilaksanakan tanpa memperhatikan jumlah yang hadir dan dapat mengambil keputusan yang sah.
  6. Setiap keputusan dalam Musyawarah Besar diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat dan apabila dengan cara musyawarah menemui kegagalan akan dilakukan pemungutan suara dan keputusan adalah sah berdasarkan suara terbanyak.

 

Pasal 18

PEMILIHAN KETUA UMUM

  1. Pemilihan Ketua Umum dilaksanakan dalam Musyawarah Besar.
  2. Ketua Umum dapat dipilih sebanyak-banyaknya untuk 2 (dua) kali masa kepengurusan dan dinyatakan masih aktif  dalam perkuliahan.
  3. Pemilihan Ketua Umum diambil berdasarkan suara terbanyak dari seluruh anggota yang hadir dan tidak kehilangan hak pilih, dengan hak 1 (satu) suara bagi setiap anggota yang sudah terdaftar sebagai pemilih.
  4. Mekanisme pemilihan dan syarat-syarat calon Ketua Umum dan calon Ketua Pengurus MAPALA-UGL ditetapkan oleh Panitia Musyawarah Besar.

 

Pasal 19

MUSYAWARAH BESAR LUAR BIASA

Musyawarah Besar Luar Biasa diselenggarakan atas usul paling sedikit 3/4 anggota, atau dalam hal-hal khusus Pengurus MAPALA-UGL setelah berkonsultasi dengan anggota kehormatan dalam rapat kerja pengurus, maka dapat diadakan Musyawarah Besar Luar Biasa yang mempunyai kewenangan sama dengan Musyawarah Besar.

Pasal 20

RAPAT KERJA

  1. Pengurus MAPALA-UGL berkewajiban mengadakan Rapat Kerja 2 (dua) kali dalam masa kepengurusan (2 x dalam satu tahun).
  2. Peserta Rapat Kerja Pengurus terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum dan Ketua-ketua Bidang /Ketua Divisi-divisi.
  3. Rapat Kerja membahas dan mengevaluasi program kerja Pengurus MAPALA-UGL.
  4. Rapat Kerja dianggap sah dan dapat mengambil keputusan apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya 1/2 (satu perdua) dari jumlah Peserta. Apabila jumlah yang hadir tidak mencapai kuorum, maka rapat akan ditunda 1 (satu) jam dan setelah itu rapat tetap dilaksanakan tanpa memperhitungkan jumlah yang hadir, dan dapat mengambil keputusan yang sah. Keputusan rapat dianggap sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya setengah lebih satu dari jumlah yang hadir.

Pasal 21

RAPAT PENGURUS

  1. Rapat Pengurus dipimpin oleh Ketua Umum. Dalam hal Ketua Umum berhalangan hadir, maka rapat dipimpin oleh Sekretaris Umum atau Bendahara Umum.
  2. Rapat Pengurus terdiri dari Rapat Pengurus Harian dan Rapat Pleno.
  3. Peserta Rapat Pengurus Harian adalah Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum dan Ketua-ketua Bidang/Divisi.
  4. Peserta Rapat Pleno adalah seluruh Anggota Pengurus MAPALA-UGL.
  5. Rapat Pengurus dianggap sah dan dapat mengambil keputusan apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ (satu perdua) dari jumlah Pengurus. Apabila jumlah yang hadir tidak mencapai kuorum, maka rapat akan ditunda 1 (satu) jam dan setelah itu rapat tetap dilaksanakan tanpa memperhitungkan jumlah yang hadir, dan dapat mengambil keputusan yang sah. Keputusan rapat dianggap sah apabila disetujui oleh sekurang-kurangnya setengah lebih satu dari jumlah yang hadir.
  6. Rapat Pengurus Harian dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan, dan Rapat Pleno dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
  7. Rapat Pengurus dapat mengundang pihak lain di luar peserta rapat apabila diperlukan.

 

BAB VIII

KEUANGAN

Pasal 22

IURAN ANGGOTA

Ketentuan tentang pemberlakuan, besaran, dan mekanisme pembayaran iuran anggota ditetapkan oleh Pengurus.

Pasal 23

ALOKASI KEKAYAAN

Bila MAPALA-UGL bubar, kekayaan diserahkan kepada badan-badan yang ditunjuk oleh Musyawarah Besar terakhir yang harus diadakan untuk itu.

 

Pasal 24

INVENTARIS

  1. Apabila barang inventaris MAPALA-UGL hilang/Rusak maka ditanggung oleh penanggung jawab peminjam.
  2. untuk kepentingan organisasi bila barang hilang/rusak maka di tanggung oleh penanggung jawab 50% dan sekretariat 50% serta dibantu oleh anggota MAPALA-UGL.

 

BAB IX

PENUTUP

Pasal 25

PENUTUP

Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini lebih lanjut akan diatur oleh Pengurus. Anggaran Rumah Tangga ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di             : Kutacane

Tanggal           : 29 JANUARI 2013

Dewan Presidium I    : Hendra Pagan, S.Pd                        ________________________

Dewan Presidium II   : Pajriansyah                          ________________________

Dewan Presidium III : Ahmad Fauza, ST                ________________________

Sumber:

Humas MAPALA UGL 2013