Nganggun Anak

23 03 2013
Aznii Sukma Areta_Photo

Aznii Sukma Areta_Photo

Nganggun anak dalam bahasa Alas artinya mengayun anak. Nganggun anak adalah suatu budaya turun temurun yang dilakukan seorang ibu untuk menina bobokan anaknya, yaitu dengan menyanyikan syair-syair indah, petuah dan nasehat dalam bentuk nyanyian, dulunya nganggun anak ini bertujuan untuk membuat si anak tertidur kemudian si Ibu dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga atau membantu si Ayah bekerja di sawah atau ladang.

Di daerah Alas budaya menganggun anak sampai saat ini masih dilakukan, dan merupakan sudah menjadi bagian adat istiadat yang tak terpisahkan dengan ajaran agama Islam, belum diketahui siapa awalnya yang memperkenalkan budaya dan syair menganggun anak ini, namun tradisi nganggun anak ini sudah ada sejak lama dan turun temurun hingga saat ini terutama di negeri Alas.

Sebenarnya banyak makna yang bisa diambil dari syair-syair nganggun anak ini. Nganggun anak jika dikaitkan dengan ajaran Islam, sangat sesuai dengan hadist nabi yang mengatakan; “tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang lahat”. Dalam tradisi orang Alas juga, setiap anak yang masih bayi sudah diajarkan melalui mengayun anak (Anggun Dodang) mengenai ilmu, dunia & akhirat, yaitu sekolah dan mengaji (mace), berbakti kepada ibu bapak dan kelak agar ada yang mendo’akan orangtuanya dikala sudah meninggal.

Berikut adalah syair dari Nganggun Anak dalam budaya Suku Alas.

Medem me kau anak ku…. medem

Segekhe kau nggedang, segekhe kau mbelin

Ulang me kau tangis…. Ulang

Ame mu anak ku mebahan ni jume

De mbelin kau pagi anak ku… pagi

ku sekhahken me kau pagi anak ku mace, sekolah…

Kau me pagi anak ku ken tulung bantu Ame Uan mu

De mate pagi aku anak ku, kau me pagi si do’e ken aku.

cuiii… na.. na.. na… nah… ana cuiii…

it.. lala… la… la… lah it…

Artinya:

Tidurlah kau anak ku…. tidur

Cepat kau tinggi, cepat kau besar

Janganlah kau menangis…. jangan

Ibu mu anak ku lagi bekerja di… sawah

Jika kelak engkau sudah besar anak ku… nanti

ku serahkan kau kelak anak ku mengaji, sekolah…

Kau lah kelak anak ku yang menolong dan membantu Ibu dan Ayah mu

Jika kelak aku mati anak ku, engkaulah yang akan mendoakan aku.

cuiii… na.. na.. na… nah… ana cuiii…

it.. lala… la… la… lah it…

Syair ini dinyanyikan berulang-ulang.

Makna dan pesan yang diambil dari syair Nganggun Anak ini mengisahkan angan-angan dan cita-cita dari seorang ibu terhadap anaknya. Orang tua yang punya keinginan, kalau kelak anaknya sudah besar Ia akan membekali anaknya dengan ilmu yaitu dengan menyerahkan anaknya mengaji dan sekolah. Mengaji untuk bekalnya kelak di akhirat dan sekolah sebagai bekalnya di dunia. Pendidikan yang harus seimbang antara dunia dan akhirat merupakan dambaan setiap orang tua kepada anaknya.

Aznii Sukma Areta_photo

Aznii Sukma Areta_photo

Kemudian bait berikutnya dari syair Nganggun Anak yang mengisahkan angan-angan seorang ibu terhadap anaknya bahwa kalau nanti anaknya sudah besar kiranya Ia dapat membantu orangtuanya, berbakti kepada orangtuanya dan kelak Ia sebagai tempat orangtuanya dalam menjalani sisa-sisa hidupnya didunia. Serta bila nanti orangtuanya telah tiada, almarhum orangtuanya berharap si anak dapat mengirimkan do’a kepadanya. Sebuah makna yang paling mendalam yang ditujukan kepada anaknya, bahwa jika kelak anaknya sudah besar agar hendaklah berbakti kepada orang tuanya, jangan pernah durhaka dan menelantarkan orang tua, membantu dan nafkahilah orang tua kita, apalagi mereka sudah tua (Uzur).

Dan jika nanti Ia (orang tua) sudah meninggal, jangan lupa untuk sering-seringlah mengirimkan do’a kepadanya, kunjungilah pusaranya karena agama juga mengajarkan untuk sering-seringlah mengirimkan do’a kepada orang tua kita yang sudah tiada, karena itulah yang dapat menentramkan dia di alam sana.

Betapa besar pengorbanan orangtua terutama seorang ibu kepada kita, maka hendaklah bagi kita untuk senantiasa menjaga perasaannya, berbuat baik dan berbaktilah kepadanya. Dan ingatlah bahwa surga berada ditelapak kaki ibu. (dodi leuser)

Refrensi dan Sumber:

Description performer note: Yakub Pagan, 1982, “Nganggun Anak” Audio Visual;

Kartomi, Margareth J, The Kartomi Collection of Traditional Musical Arts in Sumatra;

http://arrow.monash.edu.au/hdl/1959.1/51882


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: